Thursday, December 15, 2005

Kentut (lagi..)

Selasa, kejadian lagi di kelas yang berbeda

Saat semua anak dikumpulin di dekat piano, tiba-tiba aja ada bau aneh! Pertama sih mau sok cuek, kesian anaknya nanti malu. Tapi lama-lama gak tahan juga sih...

"ayo siapa yang kentut?"
Lutfi langsung tunjuk tangan sambil senyum-senyum
"ihhhhh bau bangettttt"
"iya nih..aduh lutfi kalo kentut keluar dong..."
"aduh lutfi..kakak gak tahan, dibuka dulu deh..

Dua menit dibuka gak ada ngaruhnya!! Beneran sumpah bau banget. Alhasil, gak jadi nyanyi dan gue kabur ke resepsionis, minta pengharum ruangan. Bisa mabok gue kelamaan disitu. Kan gurunya duduk di piano..Singgasana ku..

Setelah semprot sana-semprot sini..Berhasil! Baunya hilang!! Tapi gak jadi nyanyi. Dan Lutfi masih tetap seperti biasa, gak ada tanda-tanda malu. Bagus deh, jadi gak minder. Tapi pas kumpulin PR dan mau pulang..

"ADOOOOOOH siapa lagi nih yang kentut?"
Lutfi angkat tangan lagi sambil nyengir kabur!

Rabu, ditempat yang berbeda, dan anak yang berbeda. Kali ini Francis, kelas TK B.
"Francis, kamu kentut ya.."
"Iya..."

Udah selesai sampai disitu..Belum dong!

"eh, francis, kamu kentut lagi ya.."
"Ehmmm iya.."

Kejadian berulang sampai tiga kali! Dan jawaban yang ketiga....
"Francis, perutnya sakit?"
"Ibu guru, kata mama kalau kentut sepuluh kali, aku mau Ee.."

HAH..emangnya bu guru suruh nunggu dia sampe kentut sepuluh kali???

Thursday, December 08, 2005

Spermatozoa

I always smile whenever I read this ;p


Mengapa dibutuhkan jutaan spermatozoa untuk membuahi satu telur?

Karena Spermatozoa merasa terlalu jantan dan menolak untuk menanyakan arah


Reader's Digest Indonesia September 2005

Tuesday, November 29, 2005

Tentang Mobil

Gue bersyukur kerja masih bisa naik mobil dan masih mampu membayar bensinnya.

I don’t give my car a name, just like others do to their own car that can be proud of.

Biarpun begitu, mobil gue sekarang cukuplah, bisa kenceng, bensin irit dan segede bajaj, jadi bisa gesit.

Ada beberapa murid gue yang suka cerita tentang mobil. Anak TK lho, TK B. Bisa bilang,” kak, mobil temanku di sekolah Altis juga, tapi nomer belakangnya beda”
Atau lain waktu dia bilang, “Kak, nanti Altis ku mau diganti, yang sekarang Altis juga tapi bla bla bla..” Aduh gue aja gak ngerti sedetil itu.

Murid lainnya semangat cerita tentang mobil balap dan bilang kalo suka nonton balap sama papa. Dia gak hobi olahraga seperti basket atau sepakbola tapi hobi nonton balap.

Awalnya gue pikir, gila juga yah masih anak-anak tapi udah bisa bedain jenis-jenis mobil, apa dia diajarin untuk membedakan mobil yang dipakai temannya disekolah? Gawat aja kalau masih kecil udah bisa pilih temen dari jenis mobil.

Ternyata gue salah kira.
Karena mereka pasti dibagi kegemaran dari orang tuanya. Kalau orang tua yang memang senang mobil, pasti anaknya juga sering diceritain. Dan anak-anak itu gampang ingat apa yang di beri tahu orang tuanya. That’s great!

Yang menyebalkan adalah
Mereka bisa berkomentar tentang mobil gue. Ceritanya, ada anak yang belum di jemput, 2 orang. Sambil nunggu di depan ruko mereka ganti-gantian bilang

“Kak, mobil kakak yang mana?”
“Yang ini dong… kamu mau ikut pulang..”
“Gak mau ah. Rumah kakak jauh! Nanti aku dijemput aja!”
“Oh ya udah…”
“Mobil kakak sempit amat…”
“Iya gak masalah dong, kan yang naik juga kakak sendiri, gak rame-rame..”
“Ih mobil kakak kosong, gak ada supirnya! Payah!”
“Ih kamuuuuu, yang jadi sopir kan kakak sendiri!”

End of story, jemputan mereka sudah datang. Yang satu dijemput pakai Camry, satu lagi pakai Inova.

HHHHHH Pantes aja mobil gue dibilang sempit!!!!